Setelah kira-kira menahan diri dalam kesunyian selama kurang lebih dalam 10 edisi Selasan Maneges Qudroh, malam ini acara mingguan Selasan mendapat kesempatan yang spesial karena bertepatan dengan moment malam menjelang hari kelahiran Guru, Kiai, Bapak, Mbah kami semua anak cucu maiyah yang ke-67, khususnya dalam wilayah Magelang. Selain itu, acara ini juga sekaligus menjadi kesempatan untuk saling bersilaturrahmi untuk saling bermaaf-maafan karena masih dalam suasana lebaran.

Pertemuan mingguan ini diselenggarakan di wilayah Windusari, dengan Mas Eko sebagai tuan rumahnya. Jika dalam 10 edisi sebelumnya, para pejalan wirid dan sholawat Selasan yang hadir sebatas 15-an orang, jumlah kehadiran kali ini meningkat drastis. Bahkan, Mas Eko turut mengundang beberapa masyarakat sekitar untuk ikut bergabung membersamai acara pada malam ini.

Wirid munajat maiyah menjadi bacaan wajib seperti biasa dengan tambahan beberapa wirid yang pernah Mbah Nun ijazahkan selama beliau menulis khasanah terkait Corona. Acara diawali dengan doa-doa tawassul, khususnya teruntuk Syaikh Nursamad Kamba yang sedang dalam kondisi kesehatan yang kurang baik. Suasana kerinduan begitu terasa, sekalipun mata terpejam dan hanya mendengarkan lantunan-lantunan suara persembahan yang dirasa menembus tiap relung qalbu masing-masing jamaah.

Gerbong lafadz wirid dan sholawat itupun selaksa ucapan kasih yang mencipta sebuah ruang pertemuan batin kepada Maha Asih karena telah mempertemukan kami terutama dengan Mbah Nun, hingga cinta kami kepada beliau akhirnya mengumpulkan kami semua malam ini. Dan bersama-sama mengungkap cinta dengan segala tabungan rindu, menjadi sebuah persembahan atau hadiah yang mampu kami berikan sebagai anak cucu Mbah Nun.

Yaa Allahu Yaa Mannanu Yaa Kariim… . Sampaikanlah pesan kami dengan segala keterbatasan. Maklumilah kami yang meski menabrak batas aturan atau himbauan dalam situasi rahmat Corona-Mu. Yang tak sanggup menahan diri atas rindu bersama-sama menyatakan kasih kepada salah satu kekasih-Mu.

Windusari, 27 Mei 2020