Tafsir Informasi

MQ putaran maret 2016

Waktu beranjak malam. Suasana yang semula sunyi dan sepi perlahan khidmat setelah senandung  juz 5 dilantunkan Mas Adhi sebagai pembuka acara. Digawangi oleh sedulur Verdian, acara dimulai dalam suasana yang cair seiring sedulur maneges yang mulai berdatangan membawa wajah baru yang cerah ceria, sedikit tertawa dan antusias mengisi tempat kosong untuk turut mangayubagyo dalam hangatnya aura Jumbleng, Muntilan pukul 20.30 malam itu. Medan magnet putaran ini menambah riak harapan baru mencipratkan gelombang alpha untuk merengkuh kesejukkan bersama menambahnya sedulur maneges untuk menikmati ombak pikiran sadar bersama sama dan mabuk bersama dalam kecintaan kepada baginda Rasulullah SAW.

Informasi merupakan sesuatu yang dapat mendatangkan kebenaran dan juga mendatangkan kesalahan menurut Bapak Nanang selaku narasumber MQ malam itu yang diundang dari desa Pare Mungkid Magelang di temani Bapak Guru Ranto, pengasuh Sekolah Luar Biasa atau Sekolah berkebutuhan khusus Ma’arif Muntilan. Berrefleksi kejadian yang pernah dialami istri baginda rasulullah SAW yaitu Aisyah.ra mengenai tudingan terhadap istri beliau di kalangan umatnya pada waktu itu sehingga turun firman Allah SWT Surah An-Nuur 11-26, yang menyatakan bahwa Aisyah terbebas dari tuduhan itu. Senada dalam Surah Al Hujaraat ayat 6: “yaa ayyuhal ladziina aamanuu in jaa akum faasiqun bin naba-in fa tabayyanuu an tushiibuu qaumam bi jahaalatin fa tushbihuu ‘alaa maa fa ‘altum naadimiin yang artinya Hai orang orang yang beriman, jika datang kepada kamu orang fasik dengan suatu berita, maka selidikilah agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, kemudian kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

mq03

Dan kejadian juga pernah terjadi di saat itu ketika utusan nabi Muhammad SAW yang akan mengambil zakat ditengah perjalanan menuju tujuan nya terdengar berita bahwa utusan tersebut akan dibunuh karena tidak kesediaannya memberikan zakat yang telah dijanjikannya sehingga utusan tersebut kembali sebelum sampai tujuannya karena kekeliruan informasinya yang di hembuskan orang orang fasik pada jaman itu. Bila dikaitkan sejarah tersebut Bapak Nanang mengasumsikan Kondisi di negara kita saat ini dapat digambarkan dalam keadaan sekarat. Ya kondisi keislaman kita dalam kondisi sakatorul islam,jiwa jiwa keislaman kita mengalami KOMA karena tak terhitung berita berita yang di himpun di mediamassa atau media sosial banyak mengulas berita berita keburukan ataupun kriminalitas daripada hasil karya yang membangun…korupsi dan lain sebagai nya.

Marilah untuk itu sedulur sedulur jamaah maneges qudroh segera bangkit dari kehendak diri sendiri. Kita hidup itu tidak bisa memilih dalam qudrohnya. Kita simak banyak dari kita berusaha untuk lari dari kudratnya yang berkulit hitam berusaha untuk menjadi berkulit putih, banyak dari kita berambut keriting untuk dapat berrambut lurus mereka lari dari kenyataan karunia-NYA. Hadirnya kita di sini bukan kehendak kita dan bukan pula kehendak orangtua kita, tapi itu semua murni dari kehendak anugerah Allah SWT. Memaknai arti dari kebebasan marilah kita kembali ke qudroh kita sebagai manusia. Karena saat penciptaan kita pun telah terjadi musyawarah antara malaikat dan Allah SWT untuk apa penciptaan manusia yang hanya membuat kerusakan… Ketika Allah berfirman “wa idz qaala rabbuka lil malaa ikati inii jaa’ilun fil ardhi khaliifatan qaalu a taj’alu fiihaa may yufsidu fiihaa wa yasfikud dimaa a wa nahnu nusabbihu bi hamdika wa nuqaddisu laka qaala innii a’lamu maa laa ta’lamuun ‘ artinya Dan ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat ‘ sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi, mereka berkata “mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah padanya, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman “ Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui “.

Banuljan merupakan ciptaan sebelum manusia saat ini yang merupakan manusia yang selalu membuat kerusakan ataupun kehancuran di Bumi. Dan atas perintah Allah SWT malaikat diutus untuk menghancurkan banuljan penghuni bumi. Namun pada saat itu tidak ada satupun malaikat yang berani untuk mengganggu apalagi menghancurkan banuljan. Hanya Iblis yang berani memimpin untuk menghancurkan banuljan dan sebelumnya Iblis sudah bersujud kepada Allah SWT selama 40.000 th.

Khalifah yang kemudian diciptakan adalah Adam, dan hal ini menolak keberadaan teori Darwin. Hal ini menegaskan bahwa kita harus kembali ke qudroh dan kita harus menggaris merahi bahwa keberadaan kita di bumi ini mempunyai misi mengingat Allah SWT dengan cara yang berbeda beda. Ada yang mengingat Allah dengan menyatu dengan alam, berseni dan lain sebagainya mereka menemukan jiwa atau soul dengan hal tersebut. Jiwa ini selalu untuk sesuai dengan kehendaknya. Kita dituntun oleh Allah

Kita sudah dianugerahi sesuatu kenikmatan indera yang sempurna maka sepatutnya untuk mengolah lebih baik untuk menerima godaan yang datang karena berita.

Titik kebenaran di saat saat ini perlu memperbanyak khazanah ngilmu untuk membentengi diri terhadap informasi yang berkembang. Bapak Ranto mengutarakan apa yang kita yakini setiap waktu bisa berubah dan selalu berkembang mengenai hal apa saja. Informasi yang diera sekarang ini bisa jadi dapat mengalahkan kekuasaan. Pengaruh mediamassa ataupun media sosial saat ini sangat besar sekali porsinya. Ketika tahun 1990 media menempati posisi ke lima pada saat itu karena oleh pemerintah masih bisa di filter ataupun di sensor. Beliau berasumsi Berita yang nampak sekarang ini bukanlah Berita yang sebenarnya karena mungkin dibaliknya ada sesuatu untuk menggapai motif tertentu. Untuk itu kita perlu untuk perlu 1. Tabayun terhadap apa yang diberitakan. Sesuatu yang kecil atau sederhana dapat merusak keharmonisan apabila informasi yang diterima tidak seimbang. 2. Hendaklah menanyakan dari kedua belah pihak..3.hendaklah untuk berlaku adil atau bersaksi adil…4.kita harus mencari informasi yang banyak untuk menggali kebenaran.

Sekolah Luar Biasa Ma’arif Muntilan yang mengampu anak anak berkebutuhan khusus pernah dapat kunjungan dari Bapak Bupati Magelang untuk menyambutnya pada saat di tengah tengah tarian musiknya dimatikan, Bapak bupati heran terhadap penari penari tetap menari walu tidak ada musiknya yang setelah diinformasikan bahwa mereka semua adalah anak berkebutuhan khusus dalam hal telinga atau tuna rungu. Kondisi intlegensia mereka normal bahkan untuk menghafal 1 juzz Al Quran mereka cukup dengan waktu satu bulan. Namun untuk berhitung mereka belum bisa, karena memori mereka hanya terisi al quran. Mereka mempunyai ingatan yang luar biasa dan hafalan yang masuk dalam memori mereka. Bahkan ada peserta didik defabel tuna netra Sekolah Luar Biasa Ma’arif umur 8 tahun juara tiga tingkat Propinsi dan akan diberangkatkan untuk mengikuti tingkat nasional untuk perlombaan catur. Untuk kita bahas bagaimana mereka bisa menguasai itu cukup sulit di akal, hanya saja karena mereka menyerap informasi yang mereka terima sesuai dengan kemampuan mereka menelaah informasi sesuai kemampuan mereka dengan kelebihan yang mereka miliki. Untuk itu Bapak Ranto selaku pengampu dan Kepala Sekolah Luar Biasa Maarif mengharapkan bagi jamaah maiyah maneges qudroh untuk tidak mudah terpancing dengan informasi yang berkembang saat ini. Mampu menyaring dan menelaah seperti halnya kelebihan saudara saudara kita yang menyandang tuna netra dalam hal informasi yang mereka terima. Dan sesuatu yang benar adalah dari Allah SWT.

Kemudian musik KOMA ( tercetus koma karena mereka mengisi sela sela saat forum : mufida akustik dan suling sebagai pokal, kencrung pada emboh,selo pada agus,perkusi pada dida )mengisi acara untuk menggugah jamaah dengan pelaku musik yang belum pernah ketemu juga belum pernah berkolaborasi dan dipertemukan di forum manages qudroh malam itu juga berunjuk perform perdana mempersembahkan spesial kado penghibur bagi jamaah maneges yang datang malam itu. Dengan aba-aba ji…ro…lu…jreng, mereka memulai dengan tembang dadakan berjudul ‘Jangan takut perempuan’. Lagupun mengalir sesuai irama. Mengalun dengan asyiknya… di balut oleh puisi bintang jatuhnya sedulur Dadik. Dilanjutkan single spontanitas mereka yang kedua bertajuk ‘Kita berdua’. Malam itu perform mereka yang kreatif patut untuk di apresiasi.

Pak Nanang menambahkan bahwasanya kita ini termasuk orang orang yang lemah karena pada saat kita prihatin dengan teman teman difabel justru kita telah gagal dalam kelebihan yang telah kita miliki. Kita merasa gagah dengan apa yang dikaruniai atau dimiliki kita dan rasa melebihi itulah yang menjadi kekurangan kita.

Mas Arif mengungkapkan tentang pokok pikiran dalam sebuah tulisannya di sebuah medsos. Yakni bertumbuh dan melihat di sisi jalan. Gejolak hatinya mengenai media yang semakin mendekatkan kepada sebuah pengetahuan. Perkembangan bisa dibaca dari kasus per kasus. Sekarang semua informasi bersifat personal. Pertanyaannya, dari informasi yang sifatnya personal tersebut membentuk sebuah komunitas baru yang bermunculan dan pada nantinya akan membawa kita kemana jika perkembangan informasi ini meluas tak terbendung. Belum lagi membicarakan tentang motif2 kepentingan tertentu dan tunggangan mengenai penggunaan informasi tersebut?

Mas Kirun mencoba menggugah lewat sebuah fenomena kekhawatir kita yang perlu disejajarkan kepada khalayak  seperi LGBT itu yang dianggap normal bagi komunitas yang mau menerima ke legalan mereka , bagaimana menyikapinya atau itu sebuah wacana yang dicoba untuk diusung bagi kepentingan tertentu.

Sedang Mas Wawan berpendapat, media itu menurutnya adalah sebuah jalan kedewasaan seperti hal hal teori yang bisa dibuktikan ataupun teori sebagai wacana. Teori Darwin bisa di sejajarkan dengan teori relativitasnya einstein namun pada akhirnya hal yang dapat diterima khalayak adalah hal yang pembuktiannya terjadi, dan teori yang tidak ada pembuktiaanya hanya sebagai pemberian wacana untuk menerima gagasan pikiran teori tersebut meskipun pada kenyataannya banyak para ahli yang tidak sepakat dengan teori darwin tersebut namun dengan adanya gagasan tersebut semua khalayak menyimak, mengkaji dan mempelajari untuk membuktikan kebenaran teori tersebut. Dan informasi berdasarkan keilmuan ataupun pengetahuan diri individu, satu informasi akan tercerna berbeda jika tafsir datang dari anak SD ataupun anak SMA akan tidak ketemu jika tafsir mereka dijadikan satu namun akan ditemukan proses. Dan di dunia barat sudah membiasakan untuk mengemukaan pendapat untuk dapat diterima sebuah ide atau gagasan untuk diulas sebagai suatu referensi baik itu individu maupun instansi. Proses kedewasaan akan muncul dengan berjalannya waktu sesuai kupasan yang tersirat.

Sedulur Ranger dari sanggar Wanisalah Karanggading menceritakan sebuah  fenomena menggambar di sanggar mereka dan salah satu usaha melepaskan sebuah imajinasi anak anak  bahwa menggambar pemandangan bukan seperti dua buah gunung dan tengah tengahnya jalan, mereka bergiat membongkar dan mengembangkan sebuah penilaian diri sendiri untuk berimajinasi bebas yang diungkapkan dalam bentuk gambar bukan sesuatu yang telah terbangun dari lingkungan yang membentuk alam pikiran mereka. Sedulur Ranger berharap dengan praktek berimajinasi bebas dapat berimplikasi di kehidupan mereka kelak. Tentang LGBT sedulur ranger menanggapi mungkin seperti kita sering mengkhawatirkan kepada orang orang yang tidak normal atau difabel asuhan bapak  Ratno padahal mereka sendiri bisa beraktualisasi dengan keterbatasan mereka melebihi kita yang normal, Tentang LGBT barangkali mungkin kita juga jangan terlalu khawatir akan tertular gerakan untuk dapat menerima atau melegalkan keberadaan mereka. Yang penting kita hanya perlu menemani mereka saja seperti pak Ranto lakukan terhadap teman teman difabel di Sekolah Luar Biasa Maarif. Yang penting kita dapat memposisikan dimana kita terhadap informasi tersebut.

Sedulur Dadik sebagai moderator mencoba  menganalogikan media itu kosong seperti kain putih tapi bagi setiap orang akan berbeda mewarnai media itu dengan bebas imajinasinya namun media itu memang harus berwarna karena memang membawa keterpihakan dan itu semua juga akan kembali kepada dunia pikiran masing masing menelaah informasinya sesuai takaran berpikirnya individu.

Sedulur arif mengetengahkan lagi tentang Jaman cyber media semakin cair informasi kepada khalayak, setuju saja itu semua akan kembali kepada individu yang berpengetahuan karena akan dibawa ke mana posisi kita jika terdikte oleh kecanggihan media.

Sementara, Sedulur Wahyu mencoba memperagakan sebuah simulasi. Mengupas Teori Gus Sabrang mengenai sudut pandang, cara pandang, dan jarak pandang. Dengan bantuan enam kanvas, Mas Wahyu mencoba melukis acak untuk diterka para jamaah yang hadir. Semua khalayak sedulur maneges yang datang tercengang karena apa yang mereka tebak dan terka menurut imajinasinya NOL, karena apa yang terlukis ternyata adalah wajah GUS DUR dengan peta Indonesia. Mas Wahyu menutup performnya dengan pendapat bahwa ketika informasi belum lengkap kita terima, maka kesimpulan yang akan kita perolehpun belum bisa utuh/kaffah. Sebagaimana lukisan tadi bila mentafsirinya hanya sepotong-sepotong. Padahal bila dihimpun secara utuh, informasi yang diperoleh baru terlihat aslinya. Puncak acara ditutup dengan ‘Indal qiyam.

Kemudian doa bersama oleh Kiai Nanang menggenapi kesyukuran sedulur maneges atas diberikannya kelancaran bersilaturahmi sedulur-sedulur magelang malam itu.

(Reportase Sedulur penggiat MQ/Bondan)

Tulisan Terkait