Jamaah Maneges Qudroh pada setiap Selasa sudah pasti paham bahwa malam itu adalah malam wirid dan sholawat. Sudah ditetapkan bahwa tempat pelaksanaan Selasan ke-36 ini berlokasi di Desa Pasuruan, Mertoyudan. Tepatnya di Sanggar Soko Papat kediaman Mas Munir yang sering dikenal dengan Munir Syalala

Mulanya manusia hanya berencana, namun pada akhirnya Allah jua lah yang lebih dahulu melaksanakan rencana-Nya. Hujan deras sedari siang yang mengguyur sekitaran Magelang tak kunjung terlihat akan mereda. Meski begitu, hal tersebut tak mampu membendung semangat para jamaah yang ingin menyatakan rindunya.

Terbukti dari halaman rumah Mas Munir, satu per satu manusia bermantel (karena hujan semakin deras) silih berganti berdatangan, hingga lokasi di penuhi oleh dulur MQ yang ingin bermunajat bersama. Acara dimulai sekitar pukul 22.00 dengan teknis penjelasan bahwa malam itu, tuan rumah juga meminta doa restu untuk bisnis sang istri yang akan memulai usahanya.

Di antara derasnya lantunan yang saling beriringan layaknya hujan, semua merenung, menundukkan kepalanya. Memejamkan mata, menghayati ucapan-ucapan syair untuk menghempaskan rindu yang terpendam. Di antara banyak rintikan wirid sholawat, terdapat tetes “Wal hawa nadana, wal hawa nadana”. Terdapat sesuatu yang memanggil-manggil semua yang berkumpul dalam Selasan ini. Dalam keadaan apapun, mereka tetap berjalan. Sekalipun hujan setia membersamai, itu bukan menjadi suatu alasan, justru akan semakin bertambah kenikmatan ketika diperjumpakan kembali.

Hingga akhir, gemercik air yang masih deras pun mengiringi lantunan wirid dan sholawat sampai pada lantunan “Shohibu-Baiti” yang menjadi tanda pamungkas wirid malam itu. Acara pun berlanjut dengan dialog ringan sembari menyantap hidangan yang telah disajikan.

Sedikit pesan dari tuan rumah tentang keresahan atas wabah yang terjadi di Negeri ini. Untuk mengingatkan kembali atas protokol kesehatan Covid-19 yang harus dipatuhi selama melaksanakan Selasan ini. Karena kita semua tetap harus mempertimbangkan tetangga kanan-kiri. Ada banyak hal yang mana kita harus menyadari bahwa ada orang lain yang juga berhak atas keamanan, kenyamanan, dan kesehatan.

Pasuruan, 11 Agustus 2020