Kemarin malam, tiba-tiba sebuah pesan group masuk, ada request dari Mbah Tanto Mendut untuk melaksanakan wirid di rumah beliau keeseokan harinya. Akan tetapi, kebiasaan waktu harus dirubah karena biasanya pembacaan wirid dilakukan di malam hari Rabu, kali ini harus dilaksanakan sesuai permintaan di pagi hari.

Alhasil, beberapa sedulur sedia untuk meluangkan waktunya karena selain bersamaan dari aktivitas rutinitas pekerjaan, ada permintaan batas peserta juga dari Mbah Tanto sehubungan dengan kondisi lingkungan saat ini terkait regulasi Covid-19.

Terik matahari menjadi suasana baru ketika keluar dari kebiasaan malam hari. Memberikan ujian-ujian kecil, misalnya lewat panas atau keringat yang berkucuran, yang memaksa keluasan baru dalam bermunajat. Selaras dengan apa yang disampaikan Mbah Tanto tentang kesemestaan dalam memaknai pembacaan wirid munajat.

Dalam akun media sosialnya, Mbah Tanto menuliskan gombalan kejujuran di akhir captionnya, “I Love You All, pagiku ini oh.. sorga dunia.” Beliau juga curhat dalam sesi selanjutnya, bahwa sempat akan menitikan air mata karena terharu, “meski tidak jadi, haha…” canda beliau.

Bincang-bincang sejenak menjadi acara setelah pembacaan wirid. Meskipun mengajak bincang-bincang beliau selalu menjadi sebuah pertunjukan Monolog yang sangat berkelas karena mengisyaratkan banyak sekali makna. Dan memang seperti itulah Mbah Tanto dengan otentisitasnya.

Ya, perjalanan pada akhirnya akan mempertemukan kerinduan-kerinduan yang terpendam. Dan mempersatukan kembali dalam ruang kebersamaan. Terima kasih Mbah Tanto, “We Love You too…”