Selamat Ber-Delapan, Selamat Menuju Keseimbangan

Selamat Ber-Delapan, Selamat Menuju Keseimbangan

Konon, bilangan satu, dua, tiga, dan seterusnya ini dibedakan karena banyaknya sudut yang ia punya. Satu, berarti ia punya satu sudut. Dua, tiga, dan seterusnya, masing-masing mempunyai banyak sudut yang tak sama, sehingga namanya pun diberikan beda, sebagai tanda bedanya sudut yang ada pada dirinya.
Delapan, ia menampung sudut sebanyak delapan. Pada diri delapan, dibagi dua wilayah yang keduanya mempunyai sudut yang sama banyaknya. Empat. Masing-masing wilayah mempunyai empat sudut yang kesemuanya saling berhadapan.
Angka delapan seolah menggambarkan keseimbangan. Adil. Tak ada yang berat sebelah. Dalam keseimbangan, keempat sudut di masing-masing wilayah saling menatap dalam ketenangan. Tak ada yang saling membelakangi, tak ada yang saling menutupi.
Sebagai wayang dalam panggung sandiwara kehidupan, tentu kita tahu bahwa ada Sang Sutradara yang selalu mengatur dan memperhitungkan setiap detail pergerakan segala komponen yang ada dalam panggung kehidupan-Nya. Tak ada sepersekian detik kejadian yang luput dari pengawasan dan kendali-Nya. Artinya, pasti ada maksud, ada pesan yang ingin Ia sampaikan dalam setiap kejadian.
Maneges Qudrah. Belajar mencari, memahami, dan memperjelas Qudarullah. Yang Maha Perhitungan tentu tidak akan sembarangan memberikan dan menitipkan peran pada makhluk-Nya. Layaknya dalam pementasan drama, para pemain peran dipilih berdasarkan pertimbangan dan segala perhitungan. Si A cocok memerankan apa, si B baiknya menjadi apa dan siapa, begitu seterunya. Kalau dalam drama yang dirancang manusia saja seperti itu, apalagi yang dirancang oleh Sang Maha Perancang segala kehidupan. Pasti akan lebih jauh rapinya, akan sangat lebih jauh ketelitian pertimbangan dan perhitungannya.
Atas nama yang tersematkan, Maneges Qudrah. Semoga tak ada waktu yang terlewatkan tanpa pemberian pemahaman akan atas apa maksud Tuhan dilahirkannya engkau hingga berjalan di angka delapan. Semoga tak ada waktu yang terlewatkan tanpa ada pemahaman masa lalu yang membuat kita semakin mensyukuri atas kelahiran Maneges Qudrah di tlatah Nusantara bagian Magelang.
Atas laku yang sudah menginjak delapan sudut, selamat melangkah menuju keseimbangan. Semoga langkahmu bisa memberikan tauladan pada yang lain, pada Indonesia, pada dunia, untuk belajar berjalan saling beriringan dalam keseimbangan. Untuk belajar saling berbahagia dalam kebersamaan, tanpa ada kata saling meniadakan. Dan tentunya, untuk belajar menjaga bara api keistiqamahan dalam mengupayakan cinta kasih-Nya juga kekasih-Nya.

Malang, 05 Februari 2019
Hilwin Nisa’