PENJAGA(L) : Mukadimah Maneges Qudroh Putaran Oktober 2016

mqokt16

Apakah karunia berbuat mukjizat berlaku untuk zaman sekarang?

Pertanyaan: Apakah karunia berbuat mukjizat berlaku untuk zaman sekarang? Jawaban: Pertama-tama, penting menyadari bahwa ini bukan mengenai apakah Allah masih melakukan mukjizat pada zaman sekarang atau tidak. Adalah kebodohan jika kita tidak menyadari sehingga mengatakan bahwa Allah tidak lagi menyembuhkan orang, berbicara kepada orang-orang, dan melakukan mukjizat dan tanda-tanda ajaib pada zaman sekarang.

Pertanyaannya adalah apakah karunia berbuat mukjizat itu masih ada seperti yang digambarkan dalam Al Baqarah 105 : Tidaklah suka orang-orang kafir dari Ahlul-Kitab itu , dan tidak pula orang musyrikin, bahwa akan diturunkan kepada kamu barang suatu kebaikan daripada Tuhan kamu. Padahal Allah mengkhususkan Rahmat­Nya kepada barangsiapa yang Dia kehendaki, dan Allah adalah mempunyai karunia yang luas.

Jawabannya adalah masih, jika kita tak ikut arus pada masyarakat jahiliyah yang sekarang ini kembali mengemuka, dan juga jika kita tidak terlalu malas untuk mendengar apa yang dikatakan Allah tentang beribu kebaikan. Makanya teruslah untuk menjadi Ibrahim untuk selalu ikhlas mengorbankan hak milik kita yang paling berharga demi mendengungkan firmannya. Pupuklah keberanian untuk menjadi Musa, agar ‘mampu‘ membelah lautan, membuka jalan yang terkadang kita anggap tak lazim tapi bisa menghantarkan kepada kemuliaanmu sendiri. Jadilah Isa yang memupuk kasih sayang sehingga kitapun akan disayang pula oleh Sang Pusaran Kasih Sayang, dan jadilah cahaya bak Nur Muhammad yang setia menerangi jalanmu dalam menuju-Nya. Sedangkan Allahpun terus berupaya menurunkan mukjizat mukjizat-Nya yakni tetap banyak memberi keajaiban yang seharusnya bisa kau tangkap sebagai sapaan-Nya kala engkau sedang tersesat dalam rimba jaman ini.

Atau bisa kita sedikit menggali momentum hijrahnya Rasulullah. Yang mana keadaan kota Mekah sudah tak nyaman untuk menegakkan nilai-nilai ketauhidan. Sehingga mutlak diperlukan ‘transmigrasi‘ besar-besaran dalam berbagai lini agar potensi pertolongan Allah semakin niscaya. Akan sulit memang mengkomparasikan kahanan di masa itu dengan masa sekarang. Sebab zaman memiliki tantangannya masing-masing.

Maka selaras dengan itu semua, apa yang harus kita perbuat ditengah kocar-kacirnya zaman ini untuk menurunkan nusrotullah. Atau lelaku yang bagaimana yang harus kita perbuat jika sesungguhnya Allah tidak menutup pintu mukjizatnya sekalipun Nabi-Nya sudah tidak diutus lagi. Dan pertanyaan akan terus muncul tatkala mencari siapa, apa, atau bagaimana agar kausalitas mukjizat itu diturunkan.

Maneges Qudroh, putaran Oktober 2016 kali ini bermaksud membuka pintu cakrawala itu semua. Bersama Gus Alfan, Romo Kirjito dan siapapun saja yang melingkar, Masyarakat Maiyah Magelang Maneges Qudroh siap menggelar tikar pada 1 Oktober 22016 pukul 20.00 WIB. Maka siapapun saja, dari mana saja, asal dengan niat mencari kebaikan bersama, monggo kersoo rawuh lungguh bareng, rembug bareng. Entuk ngelmu entuk sedulur.

Tulisan Terkait