Peng-Alam an wujud peng-Alim an

Slide1Sedulur Maneges ikut prihatin dengan fenomena alam yang terjadi di wilayah Magelang dan sekitarnya pada beberapa waktu terakhir, yang hanya mampu “rasan-rasan” berkehendak lebih untuk membantu meringankan beban sedulur-sedulur yang terkena dampaknya bahkan apabila mungkin mengatasi keadaan supaya tidak semakin berkelanjutan. Namun yang ada hanyalah ketidak-kuasaan terhadap apa yang terjadi. Sedikit gerakan yang bisa kita lakukan bersama adalah ikut berdoa dan dzikir bersama agar musibah yang terjadi selama ini dapat dijadikan momentum untuk selalu lebih dekat dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Menyitir dari bahasa Arab “Allama” yang berasal dari kata “Alima” yang mempunyai dua arti yaitu “Arafa” ( mengetahui/mengerti ) dan “Yaqin” ( Allah memberikan keyakinan ), yang jika digabungkan dapat berarti, kurang lebih, “melebur menjadikan orang lain mengerti tentang sesuatu”. Alim berasal dari kata ‘ilm atau ilmu yang bisa dipahami sebagai menjangkau sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya. Selalu peka dan bersedia mempelajari fenomena-fenomena alam ini seyogyanya bisa menjadikan sebuah energi positif ditengah kesedihan akan musibah yang terjadi dan dapat mengisi relung pikiran sadar kita untuk senantiasa mangayubagyo terhadap alam sekitar.

Menilik lebih dalam tentang penyebab segala fenomena alam yang seakan tak henti menimpa, kita dapat saja berasumsi bahwa tanah sedang melampiaskan kemarahannya kepada kita, angin mengamuk meluluhkan kita, air menerjang meratakan rumah kita. “Polo Kependem” maupun “Polo Gumantung” enggan berbuah karena sudah lelah dengan kita. Benarkah mereka sedang mencoba mengungkapkan sesuatu? Seolah alam yang selama ini begitu alim dan santun akhirnya berubah menjadi ‘kambing guling’, keberadaannya hanya sepihak untuk dinikmati oleh manusia, tanpa ada imbal balik kita dalam menyayangi mereka. Bagaimanakah sesungguhnya keadaan alam kita? Apa yang sebaiknya musti kita lakukan kalau memang ternyata betul alam sedang mencoba berkomunikasi dengan kita? Sumonggo bersama Bapak Sitras Anjilin salah seorang tokoh budayawan Komunitas Lima Gunung¬†dan Mas Edi Anwar dari Yogyakarta kita onceki segala fenomena dan kiasan yang menyelimutinya untuk kemudian dapat kita ambil hikmahnya dalam forum rutinan MQ Juli yang akan dihelat pada Sabtu 2 juli 2016 pukul 20.00 WIB bertempat di Omah Maneges, Jumbleng, Tamanagung, Muntilan.

Tulisan Terkait