Waktu menunjukan pukul 20.00 WIB, keriuhan terjadi, saling tegur sapa dan guyonon mengawali perjumpaan para Jamaah Selasan. Satu persatu berdatangan ada yang sendiri, ada yang bersama kawan juga Istri dan anaknya. Akhirnya para Jamaah Selasan memenuhi kediaman Mas Yuli di Dusun Karangan, Bondowoso, Mertoyudan. Salah satu dulur Maneges Qudroh yang kepanggonan bermunajat Wirid dan Shalawat, ke-38, Selasa, 25 Agustus 2020.

Suhu udara di ruangan tetiba menjadi hangat dengan keramahan dan perbincangan sebelum Wirid dan Sholawat dimulai. Hal itu terlihat ketika semua beradu dalam obrolan. Obrolan hangat yang memperlihatkan suatu hubungan Paseduluran.

Hubungan Paseduluran itu juga terlihat ketika salah satu dulur MQ yang beberapa hari lalu sakit dan sempat di rawat turut memenuhi tempat duduk beralaskan tikar yang sudah disediakan oleh tuan rumah. Semua bersyukur dan turut bahagia atas kesembuhanya. Hal yang biasa dilakukan sebuah keluarga saat mendapati salah satu keluarganya sembuh dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga lainya.  Bukti lain Paseduluran ini juga lah yang membuat para jamaah hadir dan memenuhi rumah Mas Yuli sampai ke teras.

Tak lama setelah itu, wirid dan sholawat di panjatkan bersama. Kemesraan kekeluargaan pun semakin menambah dan mengiringi wirid sholawat malam itu. Berbekal rasa rindu untuk bermuwajahah semua terhanyut. Suasana terbalut dengan getaran rasa Paseduluran.

Banyak hal yang bisa disyukuri dalam Selasan kemarin. Rasa syukur atas Paseduluran kami panjatkan dengan khusyuk menyebut nama Allah dan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Karena telah mempertemukan kami setiap minggunya untuk bersama-sama melantunkan wirid dan sholawat, juga sebagai ruang untuk mempererat tali silaturrahmi satu dengan yang lainnya. Terlebih dengan usia yang dibilang masih sangat muda, untuk melakukan rutinitas seperti ini tentunya membutuhkan keterbimbngan hidayah Sang Pemilik Kehidupan.

Jam di dinding ruang tengah telah menunjukan pukul 23.30 WIB yang menandai berakhirnya wirid dan sholawat. Dialog ringan pun masih mengiringi para jamaah sembari menyantap hidangan yang telah disajikan. Hingga akhirnya para dulur berpamitan diiringi langit malam dengan bulan sabit yang berpendar sangat elok. (HK)

Dusui Karangan, 25 Agustus 2020