Semalam, pembacaan wirid dilaksanakan di Ngadisalam, Muntilan, yang merupakan kediaman Mas Abdul Khaliq atau lebih akrab dipanggil Kang Doel. Suasana pedesaan masih begitu terasa di lingkungan tempat tinggal Mas Doel. Suara khas dari pohon-pohon bambu yang terhempas karena semilir angin, semakin menambah syahdu kemesraan malam itu.

Ternyata, Bapak Ikun atau Bapak dari Mas Doel sudah pernah mendapati kesempatan membersamai bahkan menjadi narasumber di acara rutinan beberapa tahun yang lalu. Pada waktu itu, mungkin Kang Doel masih remaja dan belum bersinggungan dengan Maneges Qudroh.

Pada kesempatan wirid edisi ke-32 kali ini, dari Kang Doel sendiri juga memiliki keinginan untuk mensyukuri kehamilan istrinya yang sudah berusia 4 bulan atau dalam istilah jawa sering disebut Ngapati. Sebagian jamaah setelah pembacaan tawassul membaca surat-surat yang biasa dbacakan dalam adat Ngapati, seperti surat Al-Kahfi, Yussuf, Maryam, Ar-Rahman, dan yang lainnya. Sebagian yang lain meneruskan pembacaan wirid dan shalawat Munajat Maiyah seperti biasanya.

Acara pun dimulai sekitar pukul 21.30. Mulanya teknis acara terlebih dahulu dijelaskan karena keinginan tuan rumah untuk mensyukuri kehamilan istrinya. Kolaborasi antara wirid Munajat Maiyah dan budaya Ngapati yang berjalan hikmat mampu menciptakan gairah baru karena ini merupakan pertama kali dilaksanakan dalam Selasan. Tentu, sesuatu yang baru akan menciptakan kontradiksi rasa yang saling berbenturan di antara saling sahut suara wirid dan lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan bersamaan, di kelembutan makna yang tersirat dalam setiap rapalan-rapalan nada.

Semua yang memiliki awal dan akhir merupakan sebuah kemasan, termasuk dalam acara Selasan yang rutin berjalan seminggu sekali. Dan yang tersaji dalam kemasan Selasan pada akhirnya akan dinikmati para Mutahabbina Fillah sebagai bekal untuk menambah energi di setiap masing-masing pilihan jalannya. Terlebih pada malam itu, semua mencicipi varian rasa suasana yang baru, yakni Ngapati dalam bermunajat. Yang akhirnya mencipta keindahan di luar ambang batas kenormalan.

Dan teruntuk ruh yang segera atau sudah disemayamkan di dalam rahim Sang Ibunda, semoga mendapatkan segala keberkahan dalam kebersamaan Ngapati dan Munajat yang telah dipersembahkan oleh kedua orang tuanya dalam acara tersebut.

Ngadisalam, 14 Juli 2020