Jalan-jalan mulai berkabut setelah hujan mulai mereda. Menemani perjalanan menuju Dusun Caruban, Blongkeng, Ngluwar, atau tepatnya di rumah Mas Mizhar. Rumah Mas Mizhar sendiri berada di tepian jalan raya terutama jika hendak menuju arah Kulon Progo dari arah Magelang. Meskipun menjadi jalan utama, namun kondisi jalanan bisa dibilang sepi akan lalu-lalang kendaraan walaupun kondisi jalanan juga sudah sangat bagus.

Dari kota Magelang, setidaknya membutuhkan waktu 30 menit lebih untuk sampai di kediaman Mas Mizhar. Akan tetapi, kejutan-kejutan itu seolah selalu terbarukan setiap minggunya. Jika di taddabur Minggu kemarin, mereka seperti orang-orang yang terpanggil karena rasa cintanya untuk dapat ikut ber-wirid dan sholawat bersama. Dalam edisi yang yang ke-10 ini, salah satu kejutan itu datang oleh karena kesetiaan.

Hampir setiap Minggu, mereka selalu setia untuk menjaga sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan tanpa niat ikhlas dan ketulusan ingin menyapa Allah dan kekasih-Nya. Dengan segala godaan yang selalu menjadi tendensi untuk ikut bertemu-sapa di setiap Minggunya atau di tengah kepungan zaman yang serba menjunjung tinggi kenikmatan sesaat. Sangat menarik kemesraan ini selalu dapat dibersamai dan dinikmati sebagai suatu keindahan.

Meski tanpa kebesaran pun kemegahan, keberangkatan awal ini semoga saja bisa terjaga sampai anak cucu kelak. Harta yang layak diwariskan bukanlah pemahaman harta pada umumnya, karena yang sangat layak diwariskan bukanlah kebesaran, keagungan, ataupun kemewahan. Harta yang paling berharga itu adalah bernama keluarga. Alangkah baiknya jika pondasi nilai-nilai menuju kekeluargaan itu mulai dibangun tanpa harus sedarah, tanpa harus memandang status sosial, tanpa harus menilai latar belakang seseorang.

Keseriusan membangun pondasi itu indah tatkala mereka melafadzkan wirid keselamatan “Yaa Amaanu, Yaa Salaam” dengan penuh kesetiaan dalam tempo yang penuh penghayatan. Karena jalan keselamatan itu terasa apabila mereka berada dalam nuansa kekeluargaan, hingga merasa aman dan saling menyejahterakan.

Caruban, 26 Februari 2020