Ingatlah “Aku”

Meski gerimis menghadang dalam temaramnya keramaian, namun hal itu nampak bukan menjadi sebuah halangan untuk kembali berkumpul yang kali ini bertempat di Rumah Sastra Langit Timur, kediaman Bapak Dadik. Saling mempersiapkan diri untuk merajut bekal sunyi-sunyi yang telah dibawa. Mencoba menciptakan malam yang baru pertama kali ini dirasa bagi sebagian dari kami dalam momen pergantian tahun.

Sudah pasti nanti tidak ada kembang api, kecuali nyala sepercik api dari korek untuk menyulut sebatang rokok. Hanya dentuman-dentuman keriuhan yang akan menghiasi kesunyian dan membersamai kami untuk menyambut waktu yang semestinya terlahir baru disaat setiap insan bangun dari lelapnya.

Tidak ada sesuatu yang terjadi kecuali atas ijinNya, begitu pula dengan kegiatan kali ini. Terus malatih untuk memperkuat pondasi dengan strategi “ingatlah kamu kepada-Ku, maka Aku (Allah) akan mengingatmu” dalam laku spiritual. Yang dirasa akan menjadi resolusi terbaik yang tidak hanya terikat oleh waktu maupun dalam tantangan kompleksitas zaman, melainkan sanggup menembus ruang dan dimensi yang tak terbatas.

Beberapa pasukan disini memilih menepi, melantunkan bualan-bualan mesra kepada Yang Terkasih. Mencoba memahami diri untuk terus istiqomah dalam menjaga nyala Nur Muhammad yang tersembunyi jauh di dalam diri kami.

Rumah Sastra Langit Timur, 31 Desember 2019