Sebenarnya dimana peran Tuhan untuk menjawab atau setidaknya menjadi benteng awal pertahanan diri untuk menghadapi situasi pandemi Corona yang sedang mendunia. Jarak yang tipis antara takabbur dan tawakkal mesti diperjelas melihat tipisnya perbedaan sikap tersebut, sebagai antisipasi sikap kalau nantinya hanya akan menimbulkan kesembronoan.

Mbah Nun pun telah menawarkan kepada Jamaah Maiyah untuk memberikan solusi dan formulasi yang tepat untuk mengadakan sinau bareng dengan keadaan seperti ini. Namun, ternyata hanya satu atau dua lingkaran yang tetap mewujudkannya, meski lingkaran-lingkaran terbatas tetap terselenggara tanpa ada dokumentasi atau label identitas untuk saling menjaga prasangka satu dengan yang lain.

Allah menjadikannya rahmat bagi orang yang beriman, kemudian menahan diri di negerinya dengan bersabar seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan mengenainya selain karena telah menjadi ketentuan Allah untuknya.” Tulis Mbah Nun dengan mengutip sebuah hadits.

Jamaah maiyah sudah pasti terbiasa menjadi kaum Ghuraba, terasing dari lingkungannya, terisolasi cara pandang ataupun cara berfikirnya. Meski selama ini sudah merasa berada di gua ”jalan kesunyian”. Namun, Corona yang datang membawa rahmat seakan memberi pertanda untuk lebih uzlah ataupun khalwat memasuki gua-gua kesunyiannya.

Namun, apakah kita telah benar-benar menahan diri di gua masing-masing? Atau jangan-jangan-jangan kita hanya menahan diri di Gua karena Corona? Bukan karena uzlah yang sesungguhnya memiliki tujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Terlebih dengan kebiasaan melet atau mangap sosial yang justru mengubah gua itu menjadi gua-gua virtual. Dan tak lebih sebatas dari tempat persembunyian, bukan sengaja memanfaatkan timing dengan lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Tapi, berbagai macam tipe Jamaah Maiyah telah dijabarkan sangat luas oleh Mbah Nun di khasanah “Corona Tosca”. Adakah kesempatan di dalam gua virtual ini bisa kita jadikan tempat “menahan diri dengan sabar”? Peran seperti apa yang memungkinkan kita pelajari dalam ruang yang semakin terbatas?

Mari kita belajar bersama-sama dalam rutinan edisi ke-110 Maneges Qudroh, Sabtu, 4 April 2020 (Streaming) ini dari Gua-Gua Virtual karena special case (rahmat Corona) akan menempatkan sinau bareng dilaksanakan dengan memanfaatkan media sosial via streaming.