Meraung, Mengharu, Meruang

Kejutan-kejutan itu terus hadir dalam laku kesetiaan sebagai refleksi atas cinta kami kepada Mbah Nun, Kanjeng Nabi, hingga Gusti Pangeran. Seperti pada Selasan kali ini yang diadakan di Omah Ndeso (kediaman Pak Anang), Sriwedari. Pada mulanya, kegiatan ini tidak ditujukan sebagai sebuah pergerakan massa. Bahkan, kaitannya dengan keistiqomahan penggiat melaksanakan wirid mingguan menjadi tajuk kekhawatiran […]

Ingatlah “Aku”

Meski gerimis menghadang dalam temaramnya keramaian, namun hal itu nampak bukan menjadi sebuah halangan untuk kembali berkumpul yang kali ini bertempat di Rumah Sastra Langit Timur, kediaman Bapak Dadik. Saling mempersiapkan diri untuk merajut bekal sunyi-sunyi yang telah dibawa. Mencoba menciptakan malam yang baru pertama kali ini dirasa bagi sebagian dari kami dalam momen pergantian […]

Basahilah Lisanmu dengan Dzikir

Wirid sendiri merupakan salah satu aktualisasi dari proses dzikir. Dzikir itu sendiri secara sederhana bisa diartikan mengingat. Sedangkan wirid lebih ke pengucapan atau pelafalannya. Spirit yang dibangun malam ini adalah membangun rasa cinta kepada Allah dan Kanjeng Rasul, selain secara khusus juga diperuntukkan untuk Mbah Nun. Rasa cinta itu tak bisa disamaratakan antara satu dengan […]

Nasib dan Kesetiaan Terhadap Cahaya

Catatan Rutinan Maneges Qudroh ke-107 Pada kesempatan ini, rutinan akan diselenggarakan membersamai masyarakat di sekitar tempat tinggal Mas Munir di Dusun Pasuruhan, Mertoyudan, Magelang. Ketika rutinan Bulanan Maneges Qudroh akan diselenggarakan, beberapa seniman lokal berdatangan untuk membantu menata panggung. Karena Mas Munir sendiri merupakan salah seorang seniman musik dan teater di Magelang, yang belum lama […]

Jejeg Ajeg Tatag Teteg

Sebuah kebiasaan menunda-nunda sebuah pekerjaan sudah menjadi semacam syndrome yang telah menjangkit meski tanpa dirasa. Pengambilan keputusan yang terlalu banyak pertimbangan pada akhirnya hanya menjadi bumerang kepada diri untuk segera menetapkan sesuatu. Hal ini biasanya terjadi karena takut akan sebuah kemungkinan yang belum pasti. Bagaimana mungkin kita bisa mengamalkan faidza faraghta fanshob? Jika kita masih […]

Kesadaran Ber-Evolusi dalam Muamalah

Memasuki musim hujan yang semakin intim, terkadang menjadi kendala tersendiri bagi manusia sebagian. Jika mengingat hujan, saya hanya teringat pesan Simbah, bahwa ketika hujan, masih banyak celah udaranya daripada air yang berkucuran. Dan dari sekian banyak tetes-tetes hujan yang mengenai tubuh kita, yang sudah pasti membawa rahmat dan berkah bagi kehidupan, terdapat salah satu tetesannya […]

Kumandanging Berjanjen, Kumandangin Ati

Kiranya waktu sudah memasuki masa injury time saat poster mulai dipublikasikan siang hari untuk rutinan Bulan November kali ini. Bahkan, Mukaddimah baru di posting sore di hari yang sama tepat sebelum diadakannya rutinan pada malam hari. Tentu hal ini akan menjadi sebuah permasalahan bagi yang mempermasalahkannya. Namun berbeda bagi mereka yang telah muthma’innah, seolah mereka […]

Beriman itu Bahagia

Dalam kesempatan rutinan kali ini, Maneges Qudroh membersamai menyelenggarakan acara Haul dan Khataman yang diselenggarakan oleh pihak pondok. Mengingat dulu sekitar tahun 2014, pernah juga diadakan rutinan MQ sekali di halaman pondok ini. Hal tersebut membuat pihak pondok memutuskan mengajak bekerja sama dengan Maneges Qudroh membuat konsep acara bersama. Disisi lain, beberapa jamaah MQ sendiri […]

Belajar Siklus “Berangkat-Pulang” Menapaki Puncak Keindahan

Menyang mulih atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti “berangkat-pulang” yang dijadikan tema malam hari ini semakin menambah minat untuk datang ke rutinan Maneges Qudroh, setidaknya bagi saya pribadi. Karena setiap insan pasti memiliki kesadaran bahwa satu kepastian dari yang hidup adalah mati. Mati atau berpulang kembali. Akan tetapi, di zaman yang serba instan seperti sekarang ini, […]

“Mengendarai Angin, Bergerak Melalui Cahaya Kesunyian”

Ternyata poster yang ditampilkan secara beda putaran Agustus, sedikit memberikan dampak pada tingkat kehadiran para JM pada malam hari itu.  Foto Mba Nafisatul Wakhidah, perempuan asal Srumbung, Magelang, yang kebetulan sedang pulang ke desa dari perantauannya di Baden Württemberg, Jerman, sanggup menarik para peminat sinau bareng di Omah Maneges menjadi lebih banyak. Meskipun, banyak atau […]